Gambaran Pasien Tuberkulosis Multidrug Resistance (TB-MDR) yang Menjalani Pengobatan di RSUD M.Natsir Selama Periode Tahun 2021-2024
DOI:
https://doi.org/10.56260/sciena.v3i5.163Keywords:
Karakteristik, Multi Drug Resistant, TuberkulosisAbstract
Latar Belakang: Tuberkulosis Multidrug-Resistant (TB MDR) merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pengendalian TB secara global. Indonesia termasuk dalam negara dengan beban TB MDR tinggi, di mana resistensi terhadap rifampisin dan isoniazid mengakibatkan pengobatan yang lebih kompleks, berdurasi panjang, serta berisiko efek samping. Tujuan: Mengetahui gambaran pasien TB MDR yang menjalani pengobatan di RSUD M. Natsir selama periode 2021–2024. Metode: Studi deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien TB MDR yang menjalani pengobatan di RSUD M. Natsir Solok pada tahun 2021– 2024. Sampel penelitian berjumlah 62 pasien yang dipilih dengan metode total sampling. Hasil: Mayoritas pasien TB MDR adalah laki-laki sebanyak 32 orang (51,6%) dan paling banyak terjadi pada kelompok usia 46–55 tahun (42%). Berdasarkan jenis pekerjaan, kasus TB MDR terbanyak terjadi pada Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 25 orang (40,3%). Komorbid yang paling sering ditemukan adalah diabetes melitus tipe 2 (54,5%). Efek samping pengobatan yang paling banyak dikeluhkan adalah mual sebanyak 37 kasus (59,6%). Indeks Massa Tubuh (IMT) yang paling banyak ditemui adalah underweight (56,4%) dengan jenis resistensi yang paling sering ditemukan adalah resistensi sekunder (59,6%). Kesimpulan: Kasus TB MDR di RSUD M. Natsir selama periode tahun 2021-2024 lebih banyak lebih banyak terjadi pada laki-laki dengan kelompok usia terbanyak pada kategori 46-55 tahun. Mayoritas pasien bekerja sebagai IRT dan DM tipe 2 merupakan penyakit komorbid yang paling sering ditemukan . Efek samping pengobatan yang paling banyak dikeluhkan adalah mual. Berdasarkan status gizi terbanyak ditemui adalah underweight dengan jenis resistensi yang paling sering ditemukan adalah resistensi sekunder.
References
. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Tuberkulosis pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di indonesia. Edisi 2. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI); 2021. 1–88 p.
. World Health Organization. Global Tuberculosis Report 2021. Geneva: World Health Organization; 2021 Oct. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789240037021
. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman pelayanan nasional kedokteran tatalaksana tuberkulosis [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020. 1–139 p. Available from: https://tbindonesia.or.id/pustaka/pedoman/umum/pedoman-nasional-pelayana n-kedokteran-tata-laksana-tuberkulosis/ .
. Dheda K, Gumbo T, Maartens G, Dooley KE, McNerney R, Murray M, Furin J, Nardell EA, London L, Lessem E, Theron G. The epidemiology, pathogenesis, transmission, diagnosis, and management of multidrug-resistant, extensively drug-resistant, and incurable tuberculosis. The lancet Respiratory medicine. 2017 Apr 1;5(4):291-360.
. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
. Saktiawati AMI. Diagnosis dan terapi tuberkulosis secara inhalasi. Yogyakarta: UGM PRESS; 2021.
. Amalia D. Tingkat kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TB paru dewasa rawat jalan di Puskesmas Dinoyo. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim; 2020.
. Andayani TM, Rahmawati F, Rokhman MR, Mayasari G, Nurcahya BM, Arini YD, et al. Drug related problems: identifikasi faktor risiko dan pencegahannya. Yogyakarta: UGM PRESS; 2020.
. Sari NI, Wijayanti DP, Putra KWR, Sulistyowati A. Studi kasus penerapan asuhan keperawatan keluarga pada penderita tuberkulosis paru dengan pendekatan keluarga binaan di Desa Gemurung Gedangan Sidoarjo. Sidoarjo: Politeknik Kesehatan Kerta Cendekia; 2022.
. Nadhirrafie AA, Burhanuddin, Latuconsina VZ. Karakteristik Pasien Tuberkulosis Paru dengan Multidrug-Resistant (TB MDR) di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2014-2018. Media Ilmu Kesehatan. 2020;2(2):1–17.
. Bijawati E, Amansyah M, Alauddin Makassar S. Faktor Risiko Pengobatan Pasien Multi Drug Resistance Tuberculosis (MDR-TB) dI RSUD Labuang Baji Kota Makassar Tahun 2017. J Nas Ilmu Kesehat. 2018;1:1–7.
. Putri VA, Yovi IY, Fauzia D. Profil Pasien Tuberculosis Multidrug Resistance (TB-MDR) di Poliklinik TB-MDR RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Periode April 2013–Juni 2014. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Kedokteran. 2015;2(2):1–17.
. Al Qarni Bayan U, Eko SP, Mawardi A. Karakteristik pasien tuberkulosis resistan obat di rsud dr. h. chasan boesoirie. Kieraha Med J. 2022;4(2):116– 23.
. Kasron, Edhi Rahayu YS, Sobirin. Karakteristik Pasien TB-MDR di RSUD Cilacap Periode Januari–Desember 2017. Media Ilmu Kesehatan. 2020;8(2):171–179.
. Vilbrun SC, Mathurin L, Pape JW, Fitzgerald D, Walsh KF. Case report: Multidrug-Resistant tuberculosis and COVID-19 coinfection in port-au-prince, Haiti. Am J Trop Med Hyg. 2020;103(5):1986–8.
. Arifah N, Tintis S, Hermayetty. DOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf10401 Karakteristik Pasien Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di RSUD Makassar Nur Arifah. Jurnall Penelit Kesehat Surat Forikes. 2019;10(2):2017–20.
. Azwar GA, Noviana DI, Hendriyono F. Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru Dengan Multidrug-Resistant Tuberculosis (Mdr-Tb) Di Rsud Ulin Banjarmasin. Berk Kedokt. 2017;13(1):23.
. Triandari D, Rahayu SR. Kejadian tuberkulosis multi drug resistant. Higea J public Heal [Internet]. 2018;2(2):194–204. Available from: https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/article/view/19388/10860
. Rizal VP, Rustam E, Anggrainy F. Karakteristik Pasien Multidrug Resistant Tuberculosis yang Dirawat di Bangsal Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2018 – 2020. J Farm Higea. 2021;13(2):143.
. M. Rizal F, Said U, Nizam I. Determinan faktor terjadinya multidrug resistant pada pengobatan TB Paru (MDR-TB) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin. Sehat Rakyat J Kesehat Masy. 2023;2(1):33–42.
. Dotulong J, Sapulete M, Kandou G. (2015) Hubungan Faktor Risiko Umur, JenisKelamin Dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian Penyakit Tb Paru Di Desa Wori Kecamatan Wori. Kedokt Komunitas dan Trop. 3(2):57–65.
. Mihardja L, Lolong DB, Ghani L. Prevalensi Diabetes Mellitus Pada Tuberkulosis dan Masalah Terapi. J Ekol Kesehat. 3 Maret 2016;14(4):350– 8.
. Rumende CM. Risk Factors for Multidrug-resistant Tuberculosis. Acta Medica Indones. Januari 2018;50(1):1–2.
. Arliny Y. Tuberkulosis dan Diabetes Mellitus Implikasi Klinis Dua Epidemik. 2015;15:8
. Zumla A, Rao M, Dodoo E, Maeurer M. Potential of immunomodulatory agents as adjunct host-directed therapies for multidrug-resistant tuberculosis. BMC Med. Desember 2016;14(1):89.
. Platini H, Pebrianti S, Kosim K, Maulana I. Efek Samping Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis. J Keperawatan ’Aisyiyah. 2024;10(2):169–75.
. Reviono, Kusnanto P, Eko V, Pakiding H, Nurwidiasih D. Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB): Tinjauan Epidemiologi dan Faktor Risiko Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis. Maj Kedokt Bandung. 2014;46(4):189–96.
. Yang, T. W., Park, H. O., Jang, H. N., Yang, J. H., Kim, S. H., Moon, S. H.,Byun, J. H., Lee, C. E., Kim, J. W., & Kang, D. H. (2017). Side effects associated with the treatment of multidrug-resistant tuberculosis at a tuberculosis referral hospital in South Korea. Medicine (United States),96(28). https://doi.org/10.1097/ MD.0000000000007482.
. Woimo, T. T., Yimer, W. K., Bati, T., & Gesesew, H. A. (2017). The prevalence and factors associated for anti-tuberculosis treatment non-adherence among pulmonary tuberculosis patients in public health care facilities in South Ethiopia: a crosssectional study. BMC Public Health, 17(1). https://doi.org/10.1186/s12889- 017-4188-9.
. Dikry SA, Oktayana IP, Putri DD, Sahadewa S. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT)Sebagai Faktor Resiko Kejadian Tuberkulosis (Tb) Paru Di Puskesmas Modopuro. Prosiding Seminar Nasional Kusuma III. 2024;2:61-7.
. Yuniar I, Sarwono, Lestari SD. Hubungan status gizi dan pendapatan terhadap kejadian tuberkulosis paru. J Perawat Indones. 2017;1(1):18–25.
. Ernawati K, et al. Perbedaan status gizi penderita tuberkulosis paru antara sebelum pengobatan dan saat pengobatan fase lanjutan di Johar Baru, Jakarta Pusat. Maj Kedokteran Bandung. 2018;50(2):74–8. Available from: https://doi.org/10.15395/mkb.v50n2.1292
. Fitri L. Kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. J Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2018;7(1):33–42.
. Hamusse, Dejene Teshome, Mohammed Suadi Hussen, Meaza Demissie, Bernt Lindtjorn. “Primary and Secondary AntiTuberculosis Drug Resistance in Hitossa District of Arsi Zone, Oromia Regional State, Central Ethiopia”. NCBI.2016; Vol. 16(593): 3-6.
. Alifa RY, Lija OA, Surya A. PROFIL KASUS TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN PERIODE TAHUN 2012-2017. Pharm J Islam Pharm. 2018;2(2):01.
. Asmalina, Parluhutan Siagian, Rina Yunita, Zainuddin Amir, Tetty Amin Nasution. “Kejadian Tuberkulosis Resistensi Primer pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan”. Jurnal Respirologi Indonesia. 2016;Vol. 36, 2, 100-105.
. Azwar, Gusti Andhika, Dewi Indah Noviana, Hendriyono. 2017. “Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru dengan Multidrug-resistant Tuberculosis (MDR-TB) Di RSUD Ulin Banjarmasin”. Berkala Kedokteran.2017; Vol. 13, No. 1, Feb 2017: 23-32.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Sari Nikmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
