Karakteristik Pasien Abses Leher Dalam Di Bangsal THT RSUD M.Natsir 2020-2023
DOI:
https://doi.org/10.56260/sciena.v3i5.170Keywords:
Abses Leher Dalam, Infeksi, GigiAbstract
Abses leher dalam merupakan akumulasi pus di ruang potensial antara fasia superfisial dan profunda leher dalam yang terjadi akibat penjalaran infeksi seperti infeksi pada gigi, saluran napas, dan telinga tengah. Jumlah kasus ini di Indonesia masih belum diketahui secara pasti, tetapi riwayat infeksi gigi masih menjadi pencetus terbanyak insiden abses leher dalam. Laporan kasus wanita 62 tahun datang dengan keluhan utama benjolan pada dagu kiri sejak 14 hari yang lalu. Benjolan berawal dari dagu kiri, lalu meluas ke pipi hingga leher kanan-kiri disertai dengan nyeri. Pasien memiliki riwayat sakit gigi bagian rahang kiri bawah. Pemeriksaan rongga mulut didapatkan kebersihan oral yang buruk dan beberapa gigi berlubang. Pemeriksaan kepala leher didapatkan udem pada pipi kiri, fluktuatif, dan kulit tampak nekrotik. Submandibula udem dan fluktuatif. Coli anterior kanan-kiri tampak udem dan terdapat fistula kutan yang mengeluarkan pus. Diagnosis awal medis yaitu abses submandibula, abses bukal, abses coli superficial dengan fistula kutan. Gigi molar kedua dan ketiga kiri bawah merupakan sumber infeksi bagi abses leher dalam, karena akarnya meluas ke persimpangan otot milohioid dengan korpus mandibula yang berdekatan dengan ruang submandibula dan parafaring, membuat ruang submandibula menjadi area yang paling sering terdampak dalam kasus ini.
References
. Fachruddin D. Abses Leher Dalam. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti RD. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Edisi Keenam. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2008. Hal. 226-30.
. Adams, G.L. Penyakit-Penyakit Nasofaring Dan Orofaring. Dalam: Boies, Buku Ajar Penyakit THT. Jakarta : EGC. 2014. Hal.333.
. Gosselin BJ, Geibel J. Peritonsillar Abscess. Terakhir diperbaharui: 4 Februari 2010. Diakses: 13 Juli 2024. Terdapat pada: http://emedicine.medscape.com/ article/194863-overview#showall.
. Repanos C, Mukherjee P, Alwahab Y. Role of microbiological studies in management of peritonsillar abscess. J Laryngol Otol. Aug 2009;123(8):877-9.
. Peritonsillar Abscess. Dalam: Access Emergency Medicine from McGraw-Hill. Diakses: 13 Desember 2011. Terdapat pada: http://www.accessemergencymedicine .com/overflow.aspx?searchStr=peritonsillar+abscess&hasExactMatch=True&hasDrugMatch=False&searchSource=Images&ftbool=False.
. Ramirez-Schrempp D, Dorfman DH, Baker WE, Liteplo AS. Ultrasound soft tissue applications in the pediatric emergency department: to drain or not to drain?. Pediatr Emerg Care. Jan 2009;25(1):44-8.
. Kahn JH, O’Connor RE. Retropharyngeal Abscess in Emergency Medicine. Terakhir diperbaharui: 17 Juni 2010. Diakses: 13 Juli 2024. Terdapat pada: http://emedicine.medscape.com/ article/764421-overview#showall.
. Abdel-Haq NM, Harahsheh A, Asmar BL. Retropharyngeal abscess in children: the emerging role of group A beta hemolytic streptococcus. South Med J. Sep 2006;99(9):927-31.
. Ridder GJ, Technau-Ihling K, Sander A, Boedeker CC. Spectrum and management of deep neck space infections: an 8-year experience of 234 cases. Otolaryngol Head Neck Surg. Nov 2005;133(5):709-14.
. The Surgery of Sepsis. Terakhir diperbaharui: 20 April 2010. Diakses: 14 Juli 2024. Terdapat pada: http://ps.cnis.ca/wiki/index.php/The_surgery_of_ sepsis.
. Abses Parafaring. Diakses: 12 Juli 2024. Terdapat pada: www.scribd.com/ doc/66624613/abses-parafaring.
. Rizzo PB, Mosto MCD. Submandibular space infection: a potentially lethal infection. International Journal of Infectious Disease 2009;13:327-33.
. Pulungan MR. Pola Kuman abses leher dalam. Diakses: 12 Juli 2024. Terdapat pada:http://www.scribd.com/doc/48074146/POLA-KUMAN-ABSES-LEHERDALA M-Revisi.
. Tooth Decahy progression. Diakses: 14 Juli 2024. Terdapat pada: http://www.moondragon.org/health/graphics/toothdecayprogression.jpg.
. MD Guidelines. Ludwig’s Angina. Diakses: 14 Juli 2024. Terdapat pada: http://www.mdguidelines.com/ludwigs-angina.
. Topazian R. Oral and Maxillofacial Infection. 4th ed. St. Louis: W.B. Saunders; 2002.
. Ludwig’s Angina. Diakses: 13 Juli 2024. Terdapat pada: www.scribd.com/doc /62080690/Angina-Ludwig.
. Raharjo SP. Penatalaksanaan Angina Ludwig. Jurnal Dexa Media. Januari-Maret 2008;Vol.21.
. Aguslia, S. (2017) ‘Pola Kuman dan Sensitivitas Terhadap Antibiotik Pasien Abses Leher Dalam di RSUP Dr. Kariadi Semarang (April 2012 - April 2015)’, Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine, 3(3), pp. 164–169. Available at: https://doi.org/10.36408/mhjcm.v3i3.230.
. Canti, P. (2020) ‘Hubungan antara Karakteristik Pasien Abses Dalam’. Depatemen THT-KL.
. Chinchilla (2014) ‘Karakteristik Penderita Abses leher Dalam di RSUP Sangalah Denpasar Periode 1 Januuari-31 Dsember 2014’, pp. 1–23.
. Mutia Zatadin, Z. et al. (2022) ‘Gambaran Klinis, Penegakan Diganosis dan Tatalaksana Abses Leher Dalam di RSUD Karanganyar’, Publikasi Ilmiah UMS, pp. 1449–1450.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jenny Tri Yuspita Sari, Elfahmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
