Korelasi Kadar Gula Darah Puasa dengan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Lubuk Basung

Authors

  • Ika Kurnia Febrianti Universitas Andalas, Padang
  • Desi Ekawati RSUD Lubuk Basung

DOI:

https://doi.org/10.56260/sciena.v5i1.299

Keywords:

diabetes melitus tipe 2, gula darah puasa, HbA1c

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit dengan komplikasi yang memyebabkan masalah serius di bidang kesehatan secara global. Ketidaksesuaian antara kadar gula darah puasa (GDP) dan HbA1c sebagai standar pemeriksaan diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dapat menyebabkan interpretasi klinis yang berbeda. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui korelasi antara kadar GDP dengan kadar HbA1c pada pasien DMT2 di RSUD Lubuk Basung. Metode: Penelitian observasional dengan cross sectional study. Penelitian dilakukan bulan Januari-November 2025. Sampel digunakan sebanyak 120 data pasien DMT2 secara consecutive sampling yang ada di laboratorium patologi klinik RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Data kategorik ditampilkan dalam bentuk frekuensi dan persentase, data numerik ditampilkan dalam bentuk rerata dan standar deviasi. Dilakukan analisis korelasi antara kadar GDP dengan kadar HbA1c pada pasien DMT2, dinyatakan dalam koefisien korelasi Pearson bila data terdistribusi normal, atau uji korelasi Spearman bila tidak terdistribusi normal. Data diolah dengan SPSS 21.0, dihitung nilai kemaknaannya, bermakna jika p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan umur rata-rata pasien 59,61±12,53 tahun (termuda 24 tahun, tertua 96 tahun. Kadar GDP rata-rata 191,500 ± 92,218 mg/dl, (minimum 76,00 mg/dl, maksimum 504,00mg/dl). Kadar GDP normal 36 orang (30%), kadar GDP tinggi 84 orang (70%). Kadar HbA1c rata-rata 8,904±3,178 %, ( minimum 4,00%, maksimum 15,00%). Nilai HbA1c normal 5 orang (4,167%), dan HbA1c tinggi 115 orang (95,833%). Terdapat korelasi positif kuat antara GDP dan HbA1c pada pasien DMT2 (r=0,8678, dan p<0,05). Kesimpulan: Terdapat korelasi positif yang kuat antara kadar GDP dan HbA1c pada pasien DMT2. Kadar GDP yang tinggi cenderung diikuti HbA1c yang tinggi, sehingga GDP dapat digunakan sebagai indikator awal kontrol glikemik, dan HbA1c tetap menjadi pemeriksaan standar untuk evaluasi jangka panjang.

Author Biographies

Ika Kurnia Febrianti, Universitas Andalas, Padang

Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran

Desi Ekawati, RSUD Lubuk Basung

Bagian Patologi Klini

References

. McDermott K, Fang M, Boulton AJM, Selvin E, Hicks CW. Etiology, Epidemiology, and Disparities in the Burden of Diabetic Foot Ulcers. Diabetes Care. 2023 Jan 1; 46(1):209-221. doi: 10.2337/dci22- 0043

. Yameny, A. Diabetes Mellitus Overview 2024. Journal of Bioscience and Applied Research, 2024; 10(3): 641-645. doi: 10.21608/jbaar. 2024.382794

. Hardianto, D. Telaah Komprehensif Diabetes Melitus: Klasifikasi, Gejala, Diagnosis, Pencegahan, dan Pengobatan. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI), 2020; 7(2), 304–317. https://doi.org/10.29122/JBBI.V7I2.4209

. International Diabetes Federation. The Diabetic Foot. Brussels, Belgium, International Diabetes Federation, 2020. Accessed 1 August 2022. Available from https://www.idf.org/ouractivities/ care-prevention/diabetic-foot.html

. Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.2022.

. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2021. Jakarta: PB). Perkeni; 2021.

. Kyrou I, Tsigos C, Mavrogianni C, Cardon G, Van Stappen V, Latomme J, et al. Sociodemographic and lifestyle-related risk factors for identifying vulnerable groups for type 2 diabetes: a narrative review with emphasis on data from Europe. BMC Endocr. Disord. 2020; 20(S1):134. https://doi.org/10.1186/s12902-019- 0463-3

. American Diabetes Association Professional Practice Committee. 2. Classification and Diagnosis of Diabetes: Standards of Medical Care in Diabetes - 2022. Diabetes Care. 2022; 45(Suppl 1):S17-S38. https://doi.org/10.2337/dc22-S002

. Olesen KKW, Thrane PG, Hansen MK , Gyldenkerne C , Maeng M. Impact of glycated hemoglobin A1c on cardiovascular risk in diabetes patients with and without coronary artery disease Free. European Heart Journal, Volume 44, Issue Supplement_2, November 2023, ehad655.2546. https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehad655.2546

. Rogers, M., et al. “Correlation between Fasting Plasma Glucose and HbA1c in Type 2 Diabetes.” Diabetes Care. 2021; 44(5), 1120‑1127.

. Kim, J., & Lee, S. “Fasting Glucose versus HbA1c in Korean Adults with Diabetes.” Journal of Korean Diabetes. 2021; 21(3), 185‑193.

. Heianza, Y, et al. (2022). “Factors Influencing Discordance between FPG and HbA1c.” Diabetologia, 65, 789‑799.

. Selvin, E., et al. “Anemia and the Relationship between FPG and HbA1c.” Clinical Chemistry. 2021; 67(9), 1245‑1253.

. Nuraisyah, F. Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, 13(2), 2017; 120-127.

. Raraswati, A., Heryaman, H., & Soetedjo, N. Peran program Prolanis dalam penurunan kadar gula darah puasa pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Jatinangor. Jurnal Sistem Kesehatan. 2018; 4(2).

. Ramadhan, N., & Marissa, N. (2015). Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Berdasarkan Kadar Hba1c Di Puskesmas Jayabaru Kota Banda Aceh. Sel, 2(2). 2015; 49-56.

. Putri, D. A., & Wahyuni, S. Korelasi Gula Darah Puasa dengan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 4(1). 2021; 45–51.

. Yulianti R, et al. Hubungan Kadar Gula Darah Puasa dengan HbA1c pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Dr. Moewardi. J Kedokteran Muhammadiyah. 2020;6(2):45–52.

. Kemenkes RI. Pedoman Pengendalian Diabetes Mellitus dan Penyakit Tidak Menular Lainnya di Fasilitas Kesehatan Primer. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.

. Soewondo, P., et al. (2020). “Dietary Patterns and Glycemic Control in Indonesian Diabetes Patients.” Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 29(2), 321‑329.

Downloads

Published

2026-01-01

How to Cite

Febrianti, I. K., & Ekawati, D. (2026). Korelasi Kadar Gula Darah Puasa dengan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Lubuk Basung. Scientific Journal, 5(1), 33–39. https://doi.org/10.56260/sciena.v5i1.299

Issue

Section

Research in Clinical Science