Deteksi dan Edukasi Dismenore sebagai Masalah Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswi Kedokteran Universitas Baiturrahmah

Authors

  • Meta Zulyati Oktora Universitas Baiturrahmah, Padang, Indonesia.
  • Tia Reza Universitas Baiturrahmah, Padang, Indonesia
  • Ghiffari Naufal Cahyadi Universitas Baiturrahmah, Padang, Indonesia
  • Hafani Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang, Indonesia
  • Nila Puteriyani Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56260/jurabdikes.v3i1.270

Keywords:

dismenore, kesehatan reproduksi, mahasiswi kedokteran, edukasi kesehatan

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia reproduktif, termasuk mahasiswi. Kondisi ini berdampak signifikan pada aktivitas akademik dan kualitas hidup, namun masih sering dianggap sebagai keluhan normal yang kurang mendapat perhatian. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeteksi kejadian dismenore pada mahasiswi kedokteran serta memberikan edukasi kesehatan reproduksi mengenai pencegahan dan penatalaksanaannya. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Desember 2023–Januari 2024 di Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Desain kegiatan adalah observasional kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi terjangkau adalah seluruh mahasiswi kedokteran (n = 52) yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terkait derajat dismenore dan dampaknya terhadap aktivitas belajar. Kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, dan distribusi leaflet. Hasil: Sebagian besar responden mengalami dismenore sedang (51,9%). Sebanyak 59,6% melaporkan aktivitas belajar terganggu akibat dismenore. Analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kejadian dismenore dan gangguan aktivitas belajar (p = 0,001). Edukasi yang diberikan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manajemen mandiri dismenore, baik farmakologis maupun nonfarmakologis. Kesimpulan: Dismenore sedang merupakan keluhan terbanyak pada mahasiswi kedokteran dan berhubungan signifikan dengan terganggunya aktivitas belajar. Edukasi kesehatan reproduksi terbukti efektif dalam

Author Biographies

Meta Zulyati Oktora, Universitas Baiturrahmah, Padang, Indonesia.

Bagian Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran

Tia Reza, Universitas Baiturrahmah, Padang, Indonesia

Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran

Ghiffari Naufal Cahyadi, Universitas Baiturrahmah, Padang, Indonesia

Prodi Kedokteran, Fakultas Kedokteran

Hafani, Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang, Indonesia

Bagian Patologi Anatomi,

Nila Puteriyani, Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang, Indonesia

Bagian Patologi Anatomi

References

. Latthe, P., Latthe, M., Say, L., Gülmezoglu, M., & Khan, K. S. (2014). WHO systematic review of prevalence of chronic pelvic pain: A neglected reproductive health morbidity. BMC Public Health, 6, 177. https://doi.org/10.1186/1471-2458-6-177

. Ju, H., Jones, M., & Mishra, G. (2014). The prevalence and risk factors of dysmenorrhea. Epidemiologic Reviews, 36(1), 104–113. https://doi.org/10.1093/epirev/mxt009

. World Health Organization (WHO). (2020). Adolescent health: Menstrual health and hygiene. Geneva: WHO.

. Anurogo, D., & Wulandari, A. (2019). Hubungan dismenore dengan kualitas hidup mahasiswi di Indonesia. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 10(2), 85–92.

. Ortiz, M. I. (2010). Primary dysmenorrhea among Mexican university students: Prevalence, impact and treatment. European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology, 152(1), 73–77. https://doi.org/10.1016/j.ejogrb.2010.04.015

. Dawood, M. Y. (2006). Primary dysmenorrhea: Advances in pathogenesis and management. Obstetrics & Gynecology, 108(2), 428–441. https://doi.org/10.1097/01.AOG.0000230214.26638.0c

. Habibi, N., Huang, M. S., Gan, W. Y., Zulida, R., & Safavi, S. M. (2015). Prevalence of primary dysmenorrhea and factors associated with its intensity among undergraduates in Malaysia: A cross-sectional study. Pain Management Nursing, 16(6), 855–861. https://doi.org/10.1016/j.pmn.2015.07.001

. Potur, D. C., & Kömürcü, N. (2014). Prevalence and quality of life effects of dysmenorrhea in a group of Turkish nursing students. International Journal of Adolescent Medicine and Health, 26(3), 333–339. https://doi.org/10.1515/ijamh-2013-0510

. Harel, Z. (2006). Dysmenorrhea in adolescents and young adults: From pathophysiology to pharmacological treatments and management strategies. Expert Opinion on Pharmacotherapy, 7(18), 2157–2170. https://doi.org/10.1517/14656566.7.18.2157

. Iacovides, S., Avidon, I., & Baker, F. C. (2015). What we know about primary dysmenorrhea today: A critical review. Human Reproduction Update, 21(6), 762–778. https://doi.org/10.1093/humupd/dmv039

Downloads

Published

2025-06-23

How to Cite

Oktora, M. Z., Reza, T., Naufal Cahyadi, G. ., Hafani, & Puteriyani, N. (2025). Deteksi dan Edukasi Dismenore sebagai Masalah Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswi Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan(JURABDIKES), 3(1), 75–80. https://doi.org/10.56260/jurabdikes.v3i1.270