Penyegaran Pemeriksaan Forensik dan Penulisan Visum et Repertum bagi Dokter Umum di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Padang
DOI:
https://doi.org/10.56260/jurabdikes.v3i2.307Keywords:
pemeriksaan forensik, Visum et Repertum, dokter umumAbstract
Dokter umum memiliki peran strategis dalam penanganan awal kasus-kasus yang berkaitan dengan proses hukum, khususnya dalam pemeriksaan forensik dan penulisan Visum et Repertum (VeR). Namun, keterbatasan pelatihan berkelanjutan dan tingginya beban kerja sering kali menyebabkan variasi kualitas VeR yang dihasilkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyegarkan pengetahuan dan meningkatkan pemahaman dokter umum terkait pemeriksaan forensik dan penulisan Visum et Repertum sesuai standar medis dan hukum. Kegiatan dilaksanakan pada November 2024 di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Padang dengan metode edukasi berupa pemberian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 13 dokter umum. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, dengan nilai rata-rata post-test sebesar 7,15 dari total 14 soal. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya Visum et Repertum sebagai dokumen hukum, bukan sekadar administrasi medis. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi dasar dokter umum dalam pemeriksaan forensik dan penulisan Visum et Repertum, meskipun diperlukan kegiatan lanjutan yang berkesinambungan untuk memperkuat penguasaan kompetensi secara menyeluruh.
References
. Suparman L, Martanto D. Pedoman Praktik Kedokteran Forensik. Edisi ke-2. Jakarta: EGC; 2018.
. Indriyanto B, Setiawan A. Tantangan dalam penulisan Visum et Repertum di Indonesia. Jurnal Kedokteran Forensik Indonesia. 2020;8(2):45–52.
. Suryani A, Kartika S. Peran dokter umum dalam penulisan Visum et Repertum di rumah sakit kepolisian. J Forensic Med. 2019;5(3):90–96.
. Wahyudi R, Utami R. Peningkatan kualitas pemeriksaan forensik melalui program penyegaran dan pelatihan. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2021;9(1):12–20.
. Handoko R, Purwanto B. Evaluasi kompetensi dokter umum dalam pemeriksaan forensik. Jurnal Ilmu Kedokteran Forensik. 2017;11(4):103–109.
. Prasetyo Y, Santoso H. Dampak Visum et Repertum yang tidak akurat terhadap proses peradilan. Jurnal Hukum dan Kesehatan. 2022;13(2):67–75.
. Notoatmodjo S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.
. Syarifuddin S, Suryono A. Kendala dan solusi dalam pelaksanaan Visum et Repertum di rumah sakit umum daerah. Jurnal Kedokteran Forensik. 2021;10(3):150–159.
. Smith S, Jones A. Forensic medicine in general practice: the need for structured training. Int J Med Educ. 2019;4(2):78–85.
. Harahap R, Utami S. Optimalisasi pendidikan forensik di fakultas kedokteran: tantangan dan peluang. Med Educ J. 2018;6(1):45–53.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Insil Pendri Hariyani, Resti Rahmadika Akbar, Yuri Haiga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
